Aku terbata mengeja rindu, yang kau tuang se-bejananya, setelah mimpi enggan menyinggahi lubuk-lubuk hati yang bertikai.
Lalu tersesat, hening dalam perdu menirai, yang menjelagakan aku bersama titah seraut mu.
Pergilah!!
Biarkan waktu bersajak, menua dalam tangkup hatiku....
Lalu tersesat, hening dalam perdu menirai, yang menjelagakan aku bersama titah seraut mu.
Pergilah!!
Biarkan waktu bersajak, menua dalam tangkup hatiku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar